Minggu, 11 Maret 2012

Kuliah di Facebook?

A. Pendahuluan

Indonesia adalah salah satu negara pengguna facebook terbesar. Indonesia masih nangkring di 10 besar, tepatnya ada di posisi 3 negara pengguna facebook terbanyak.
Walau koneksi internet Indonesia cukup lemot ternyata Indonesia bisa menjadi negara terbesar ke 3 pengguna facebook, karena mungkin sekarang trendnya orang lebih suka membuka facebook lewat HP dibanding PC karena lebih simpel dan bisa buka akun facebook dimana saja kapan saja dan tentu saja tidak membutuhkan koneksi internet yang super cepat.
Dalam perkuliahan, banyak dosen yang sudah mencoba berbagai cara untuk membangun komunikasi di dunia maya sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Contohnya seperti membagikan suasana perkuliahan secara langsung melalui facebook. Di kelas, saat mendiskusikan sesuatu, kemudian mencari perbandingan dengan yang sejenis melalui searching, dosen langsung menshare materi pada kelompok listing mahasiswa peserta mata kuliah yang sama. Mereka yang tidak dapat hadir di ruang kuliah, dapat mengikut materi yang kami temukan secara langsung dimanapun mereka berada. Ada pula kegiatan mencari ebook dan komunitas pendidikan menjadi lebih mudah dan menarik dalam lingkup yang tidak terbatas.
Sementara yang akan saya bahas disini adalah pemanfaatan facebook dalam perkuliahan jurusan Teknologi Pendidikan dimana sudah menjadi hal biasa dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran mahasiswanya. Lebih spesifik, penggunaan grup dalam facebook di mata kuliah Difusi Inovasi Pendidikan (DIP). Menelaah pertanyaan “Apakah Forum Group Discussion IDP ini termasuk inovasi dalam mata kuliah ini?". Kalau Anda jawab "YES", atau "NO" atau "YES & NO", berikan alasan mengacu pada teori Rogers & Reigeluth”. Pertanyaan ini merupakan sebagian dari aktivitas perkuliahan DIP yang dikemas dalam grup facebook DIP. Dari sini bisa kita lihat efek dan respon yang dihasilkan dari mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini. Untuk itu saya melakukan survey terhadap responden (mahasiswa TP di mata kuliah DIP) agar dapat terukur respon dari mahasiswa dalam keaktifan dan keberagaman dalam menjawab pertanyaan. Survey dilakukan dengan teknik tabulasi.


B. Hasil Survey

Data 1 (Keikutsertaan Mahasiswa Menanggapi Pertanyaan)



Tabel dan diagram diatas menjelaskan jumlah mahasiswa yang menjawab sebanyak 26 dan yang belum menjawab 5 orang dari total 31 orang.

Data 2 (Keragaman Jawaban)



Tabel dan diagram diatas menjelaskan tentang ragam jawaban mahasiswa. Dikategorikan dalam jawaban YES, No, dan YES & NO.

Data 3 (Klasifikasi Jawaban Berdasarkan Alasan)




Tabel dan diagram diatas menjelaskan tentang macam-macam jawaban berdasarkan alasannya.

C. Pembahasan

Dari hasil survey yang saya lakukan tersebut, terlihat jika forum diskusi grup DIP berjalan dan ada antusiasme dari mahasiswanya. Namun terlihat pula ada beberapa yang mengikuti diskusi di waktu-waktu akhir dimana akan menjelang tatap muka kuliah. Hal ini dikarenakan banyak factor. Meski internet tidak terbatas ruang dan waktu, tetap saja ada suatu hal yang menghambat. Tidak semua mahasiswa menyadari postingan yang terbaru dengan tepat waktu, ada pula yang tidak berkenan menanggapi lebih dahulu alias menunggu tanggapan mahasiswa lainnya. Mungkin karena kurangnya membatasi waktu atau penjadwalan agar mahasiswa bisa menerima postingan dengan serempak.
Bila dilihat dari jawaban dalam menanggapi pertanyaan, mahasiswa lebih banyak mengatakan YES untuk Forum Diskusi DIP sebagai inovasi dengan mengacu teori Roger. Dan NO untuk teori Reigeluth. Saya rasa sejauh ini jawaban masih relative. Rogers menyatakan bahwa inovasi merupakan ide, praktik, atau objek yang dianggap baru oleh suatu individu atau kelompok.
Reigeluth menyatakan bahwa inovasi adalah suatu proses perubahan secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam mencapai suatu tujuan tertentu dimana hal ini dilakukan untuk memperbaiki sistem yang telah ada sebelumnya dengan melibatkan berbagai aspek agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Teori ini banyak yang berpendapat tidak sesuai jika Forum Diskusi DIP dikatakan sebagai inovasi karena prosesnya tidak menyeluruh dan tidak berkelanjutan.

D. Kesimpulan

Facebook dapat menjadi media pembelajaran yang baik bila dikelola dengan baik pula. Materi yang disampaikan di grup bisa kembali dibahas ketika kuliah tatap muka. Hal ini agar menghindarkan dari efek bingung pada mahasiswa. Metode ini bagus karena bisa mendidik mahasiswa untuk mandiri dan percaya diri akan pendapat sendiri. Hanya saja perlu penjadwalan yang konsisten dan ada umpan balik dari dosen pengampu.
Metode ini merupakan inovasi atau bukan, jawabannya relative karena pandangan individu yang beragam.

Daftar Pustaka

http://archuntagsmg.academia.edu/EkoNursanty/Blog/3846/Using-Facebook-in-my-education-process
http://www.ogameslucky.com/indonesia-negara-pengguna-facebook-terbesar-ke-3-di-dunia
http://www.facebook.com/groups/168239919956693/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar