Kamis, 23 Desember 2010

try out rafting

try out pertama kodiklatsar xxx

LAPORAN PERJALANAN KEGIATAN TRY OUT ROCK CLIMBING DAN RAFTING
KODIKLATSAR XXX KMPA EKA CITRA UNJ

Saya dan teman-teman tergabung dalam kegiatan KODIKLATSAR XXX KMPA EKA CITRA UNJ. Kami disebut siswa KODIKLATSAR angkatan XXX. Untuk menjadi anggota KMPA EKA CITRA angkatan XXX, kami harus melalui beberapa tahapan. Diantaranya try out yang diadakan sebanyak tiga kali dengan materi yang berbeda-beda. Try out yang pertama dan telah saya ikuti adalah try out rock climbing dan rafting bertempat di Tebing Ciampea dan Sungai Cisadane pada tanggal 26-28 November 2010 dengan biaya administrasi Rp 35.000,-. Try out ini diikuti oleh 20 siswa Kodiklatsar XXX. Dimulai dari proses keberangkatan dengan sistem per kelompok bersama dengan pamong masing-masing. Per kelompok bebas menentukan akses transportasi dan rute dengan syarat semua sudah sampai tepat waktu jam sepuluh malam di titik temu yaitu polsek Ciampea. Kelompok saya yang terdiri dari saya sendiri Ida, Putro, Mila, Dati, Echa, Chandra, dan Ka Novi serta Riko dan Rully dari kelompok memutuskan untuk berangkat menggunakan bus. Diketuai oleh Putro kami start dari kampus UNJ menunggu metro mini 03 menuju Gudang Garam (pintu tol) sekitar pukul 17.30. Sesampainya di Gudang Garam, kami menunggu bus jurusan bogor. Disana kami bertemu dengan kelompok pamong Ka Mando yang juga sama-sama memilih bus sebagai akses kami kesana. Akhirnya kami bergabung bersama-sama dalam perjalanan ke Ciampea. Setibanya kami di terminal Baranangsiang, kami langsung berdiskusi bagaimana cara terefisien dan terefektif untuk melanjutkan perjalanan disamping perut kami sudah merasa lapar. Keputusan didapat, kami mencarter satu angkot 03. Beberapa dari kami mengepack carrier kedalam angkot dan di atap angkot, sebagiannya lagi membeli makanan untuk makan malam sesampainya di polsek Ciampea. Jam menunjukkan sekitar pukul sembilan, kami pun siap melanjutkan perjalanan. Sepanjang perjalanan kami bersenda gurau, bercerita, dan berdiskusi bersama Ka Mando tentang apa yang segera dilakukan sesampainya di polsek Ciampea. Kurang lebih satu jam perjalanan menuju polsek Ciampea, saya dan siswa lainnya tidak mengetahui tepatnya jam berapa setiap kegiatan karena memang pengkondisian sistem komando bagi kami sehingga kami tidak diperkenankan mengenakan jam tangan dan alat penunjuk waktu lainnya. Setelah selesai makan malam, shalat, pengecekan dan penyitaan barang bawaan selain di list untuk rombongan saya, kami para siswa dikondisikan untuk long march dengan jarak yang tidak terlalu jauh menuju basecamp tebing dengan sebelumnya kami diberikan nomor urut dan kemudian berhitung. Kegiatan try out ini dibuka dengan apel malam dan pemilihan Danru (komandan regu). Kemudian kami sesuai kelompok masing-masing mendirikan tenda. Berhubung kegiatan ini adalah sistem komando, maka segala kondisi dari awal sampai akhir harus sesuai dengan instruksi dari para instruktur Eka Citra.
Malam berganti pagi, hari Sabtu, 27 November 2010. Instruktur Eka Citra mengecek kondisi kesehatan fisik para siswa, diantaranya cek nadi lalu kami melaksanakan shalat subuh berjamaah, olahraga pagi, dan sarapan. Tenda sudah dirubuhkan dan packing pun selesai. Kegiatan berikutnya sarapan. Kami memasak individual lalu makan bersama-sama siswa KODIKLATSAR XXX membentuk lingkaran besar. Para instruktur memastikan bahwa kami mengkonsumsi makanan sesuai kalori yang dibutuhkan yaitu minimal 3000 kalori/hari. Makan pagi selesai kami pun packing lagi dan siap menuju lokasi yaitu tebing untuk mempraktekan materi rock climbing yang telah kami pelajari dii kampus. Perjalanan menanjak menuju tebing, kami beriringan dengan membawa perlengkapan seperti webbing, prusik, ponco, makanan, drigen air, trash bag, dan alat tulis. Praktek rock climbing ini dibagi menjadi 3 pos, yaitu top rope, ascending descending, dan artificial. Siswa-siswa dibagi menjadi 3 kelompok dan menyebar ke pos yang ditentukan. Untuk kelompok saya pertama ke pos top rope. Pribadi, saya tidak begitu mahir dalam climbing. Namun melihat tebing langsung dan asli ini, saya termotivasi dan antusias walaupun saya tidak mencapai top setidaknya saya bisa bertahan lebih lama dengan ketinggian yang lebih dari pada ketika latihan di wall Eka Citra. Efeknya pun saya menjadi penasaran untuk mencoba lagi di tebing itu. Bagi kelompok saya yang terdiri dari Muthia, David, Rully, Ferri, dan Rita tidak ada kendala dalam teknis pemanjatan top rope. Pindah ke pos kedua yaitu pos ascending. Namun sebelumnya kami dikondisikan kembali ke basecamp untuk makan siang dan shalat zuhur. Di pos ascending ini, saya merasa paling percaya diri dari pada ketika di pos lainnya karena memang saya paham dan hafal teknisnya baik dengan prusiking maupun rappelling. Secara garis besar tidak terlalu banyak kendala pada kelompok saya mempraktekan teknik prusiking dan rappelling kecuali Rita yang merasa kurang paham dan kurang hafal ditambah kekuatan fisik yang kurang sehingga sedikit terhambat dalam praktek. Berlanjut ke pos terakhir yaitu artificial climbing. Sungguh artificial merupakan materi yang paling susah saat itu. Kelompok saya hanya beberapa yang hadir ketika materi di kampus. Termasuk saya yang hadir dan cukup paham materi artificial di kampus pun ternyata hanya diam ketika ditanya sampai ahirnya diingatkan lagi teori-teorinya oleh Ka Syanusi sebagai instruktur. Saya merasa lupa dan ngeblank karena memang hanya sekali saya belajar artificial di kampus dan itu tidaklah cukup untuk kemudian dipraktekan langsung tanpa arahan dari instruktur. Waktu yang terbatas sehingga hanya dua orang yaitu saya dan Muthia yang berkesempatan praktek artificial. Praktek rock climbing selesai dan ditutup dengan apel malam. Ada yang menarik pada malam itu, makan malam dirubah dengan sistem semua makanan jadi satu dan bergilir ke seluruh siswa sampai makanan habis. Moment kebersamaan dengan para senior Eka Citra menambah makna dari kegiatan try out dan kodiklatsar serta bagaimana Eka Citra itu sendiri. Kami membentuk lingkaran besar dengan api unggun ditengah-tengah semakin membuat khusyuk suasana mendengarkan cerita pengalaman dari para senior Eka Citra. Meskipun ada segelintir hal-hal lucu dari siswa, makna malam api unggun itu tetap terjaga ditambah dengan hymne Eka Citra yang dinyanyikan bersama-sama anggota Eka Citra dengan siswa Kodiklatsar XXX.
Keesokannya Minggu, 28 November 2010. Kami packing dan bersiap-siap melanjutkan kegiatan berikutnya yaitu try out rafting di sungai Cisadane. Akses kami ke lokasi menggunakan angkutan umum (carter). Kami sampai di lokasi segera menaruh carrier dan dibagi menjadi 4 kelompok dengan sistem 2 kelompok pertama praktek arung jeram dan 2 kelompok terakhir praktek renang jeram dan teknik rescue. Saya mendapat kelompok 3 bersama dengan Slamet, Dati, Fitrah, Aisyah, dan Putro. Kami semua turun ke sungai dan mendapat pengarahan sebelum memulai paktek. Praktek renang jeram dan rescue dimulai. Kelompok 3 dan 4 bergantian memposisikan diri sebagai korban, orang yang me-rescue, dan membelay. Pertama saya praktek renang jeram sebagai korban. Bagi saya, ini adalah yang pertama kali dimana berenang di sungai langsung dengan arus yang deras dan terdapat jeram-jeram. Tentu rasa panik dan takut saya rasakan. Tapi saya bisa mengontrolnya karena telah mendapat materi, arahan dari instruktur, dan beruntung saya bisa berenang. Meskipun badan sakit terkena batu-batu, namun saya tetap merasa enjoy melakukannya sampai akhirnya saya bisa menggapai si rescuer dengan berenang aktif. Kemudian berganti, saya di posisi rescue. Ada 3 korban yang saya rescue dan semuanya bisa saya tangkap. Hal yang paling menghebohkan ketika saya, Muthia, dan Dati menjadi korban. Saya dan Muthia berhasil di rescue, namun Dati tidak dan terus terbawa arus. Try out ini dirancang dengan safety procedure sehingga kami pun tetap aman walaupun terbawa arus. Waktu menunjukkan tengah hari, kami selesai praktek renang jeram dan rescue. Kemudian kami kembali ke basecamp (teras gedung olahraga) untuk ishoma. Kami yang terdiri dari 2 kelompok dikondisikan untuk menyiapkan makan siang bersama sambil menunggu 2 kelompok yang sedang praktek rafting. Setelah semua siswa berkumpul, makan siang dimulai. Kegiatan berikutnya pergantian pos. Kelompok saya kini praktek arung jeram dengan Ka Fani sebagai skipeer dan Ka Haris sebagai pelengkap awak. Kami tim merah dengan perahu merah siap mengarung. Pendalaman materi tetap berlangsung selama pengarungan. Cuaca sore itu mendung dan gerimis. Arus sungai semakin deras. Ketika kami praktek flip flop, ternyata satu paddle dari kami terlepas. Beruntung paddle mengapung di arus yang tenang sehingga kami mudah mengambilnya. Peristiwa itu menjadi catatan kesalahan kami. Sekitar 1 jam lebih kami praktek arung jeram. Sampai di garis finish kami bergabung dengan tim kuning (kelompok 4) untuk evaluasi, istirahat, dan makan makanan ringan. Setelah itu kami kembali ke basecamp menggunakan mobil pick up. Hari semakin sore kami segera bersih-bersih, ganti pakaian, packing dan apel penutupan try out. Setelah apel, kami kembali ke kampus menggunakan tronton. Satu tronton cukup untuk membawa semua siswa dan anggota Eka Citra menuju kampus. Suasana perjalanan pulang cukup menyenangkan. Walaupun lelah, kami masih bisa tertawa senang menceritakan kejadian-kejadian ketika try out.
Kami tiba di kampus UNJ kurang lebih jam 20.30. Setelah barang-barang titipan dikembalikan, beberapa siswa pulang ke rumah masing-masing. Ada pula yang masih di kampus menunggu dijemput. Secara garis besar, try out pertama ini sangat memotivasi kami terlebih kepada siswa yang sempat berpikir inilah try out pertama dan terakhir. Terlihat dari ekspresi wajah dan komentar kami. Berkat nasihat dan cerita dari para senior terutama Ka Dodo dan Ka Rudy ketika malam api unggun, kami termotivasi untuk tetap semangat melanjutkan proses Kodiklatsar XXX sampai aplikasi akhir. Tugas utama kami adalah merangkul kembali saudara-saudara kami yang mulai kendur motivasinya. Kami pun paham maksud dari perintah instruktur yang selalu ‘menyetel’ hitungan waktu untuk setiap pergerakan kami. Karena kegiatan kami di alam liar dan berpacu dengan waktu atau kami akan tumbang akibat keterlambatan pergerakan. Dan yang terpenting kami dididik untuk siap dengan tantangan hidup di kehidupan yang sebenarnya lebih dari sekedar proses Kodiklatsar XXX itu sendiri.

Minggu, 10 Oktober 2010

RELEVANSI KURIKULUM

PRINSIP RELEVANSI KURIKULUM

relevansi internal : kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi dan evaluasi). 
relevansi eksternal : kurikulum harus sesuai dgn tuntutan dan kebutuhan masyarakat baik pada kini maupun masa yang akan datang. komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis), tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis).

Definisi Epistemologi


  • Epistemologi ialah cabang filsafat yang menyelidiki asal mula, susunan, metode-metode dan sahnya pengetahuan (Buku Unsur-Unsur Filsafat, Louis Kattsoff).
  • Secara etimologikal, epistemologi merupakan kata gabungan yang diangkat dari dua kata dalam bahasa Yunani: episteme dan logos. Episteme artinya pengetahuan; logos lazim dipakai untuk menunjukkan adanya pengetahuan sistemik. Epistemologi diartikan sebagai kajian sistematik mengenai pengetahuan. (Epstemologi Dasar, AM.W Pranarka, 1987)
  • Webster Third New International Dictionary mengartikan epistemologii sebagai “the study of method and ground of knowledge, especially with reference to its limits and validity. Epistemologi adalah the theory of knowledge. (Epstemologi Dasar, AM.W Pranarka, 1987)
  • Runnes dalam Dictionary of Philosophy, epistemologi: the branch of philosophy which investigates the origin, stucture, methods and validity of knowledge. (Epstemologi Dasar, AM.W Pranarka, 1987)
  • Epistemologi is one the core areas of philosophy. It is concerned with the nature, sources and limits of knowledge. There is a vast array of view about those topics, but one virtually universal presupposition is that knowledge is true belie, but not mere true belief (Concise Routledge Encyclopedia of Philosophy, Taylor and Francis, 2003)



Aliran-Aliran Epistemologi

1. Skeptisisme
· Skeptisisme adalah aliran yang secara radikal dan fundamental tidak mengakui adanya kepastian dan kebenaran pengetahuan atau sekurang-kurangnya menyangsikan secara fundamental kemampuan pikiran manusia untuk mendapat kepastian dan kebenaran.
· Skeptisisme berasal dari bahasa Yunani, skeptomai: memperhatikan dengan cermat, teliti.
· Skeptisisme adalah aliran atau sistem pemikiran yang mengajarkan sikap ragu sebagai sikap dasar yang fundamental dan universal.
· Tokoh-Tokohnya: Democritus, Protagoras, Phyrro, Montaigne, Charron, Bayle, Nietze, Spengler, Goblot.

2. Relativisme
· Relativisme adalah suatu aliran atau paham yang mengajarkan bahwa kebenaran itu ada, akan tetapi kebenaran itu tidak mempunyai sifat mutlak.
· Istilah relativisme diangkat dari kata relatif, berasal dari kata latin reffere: membawa, mengacu, menghubungkan . dari situ timbullah kata relatio yang artinya relasi: hubungan, ikatan. Relativisme: adanya ikatan, adanya keterbatasa, nisbi.

3. Fenomenalisme
· Phenomenalism: theory that knowledge is limited to phenomena including: (a) physical phenomena or totally of objects of actual and possible perception; and (b) mental phenomena, the totally of objects of introspection. ( Fenomenalisme: teori yang memandang pengetahuan terbatas pada gejala (fenomena) yang mencakup: (a) fenomena fisik atau seluruh object yang nyata dan dapat dipersepsi; dan (b) fenomena mental, yakni seluruh object yang dapat diintrospeksi).
· Tokohnya: Kant, Comte, Spencer).

4. Empirisisme
· Empiricism: (1) a proposition about sources of knowledge: that the sole source of knowledge is experience; or that no knowledge at all or no knowledge with existential reference is possible independently of experience. (2) A proposition about origin of ideas, concepts, or universals: that they or at least those of theme having existential reference are derived solely or primarily from experience or some significant part of experience. (Empirisme: (1) Sebuah dalil tentang sumber pengetahuan: dimana sumber pengetahuan adalah pengalaman; tidak ada pengetahuan yang eksistensial kecuali hal-hal mungkin dialami secara bebas. (2) Sebuah dalil tentang sekitar asal mula ide-ide, konsep-konsep atau hal-hal universal: dimana hal-hal acuan yang eksis adalah sesuatu diperoleh semata-mata atau terutama didapatkan dari pengalaman atau beberapa bagian penting dari pengalaman.

5. Subjektibisme
· Subjectivism: the restriction of knowledge to the knowing subject and its sensory. Affective and volitional states and to such external realities as may be inferred from the mind’s subjection states. (Subjectivism: aliran yang membatasi pengetahuan pada hal-hal (objek) yang dapat diketahui dan dirasa. Kecendrungan dan kedudukan kemauan pada realitas eksternal sebagai sesuatu yang bisa ditinjau dari pemikiran yang subjektif).

Kamis, 30 September 2010

ini aku


aku yang hobi hiking semenjak kls 1 SMA.



yg plg depan itu aku. lokasi : di alun alun surya kencana gunung Gede Pangrango.


lokasi : puncak gunung gede. bersama dengan teman" , sahabat seperjuangan.


ini pintu sekret PUALAM di sekolah ku. namun sudah dialih fungsikan oleh pihak sekolah :"(
tapi kenangannya tak kan terlupakan.dan tetap menjadi bagian & saksi keberadaan PUALAM

Selasa, 28 September 2010

new comer

welcome to my blog ! welcome to the jungle !
this is my second blog. I hope everybody can enjoy with my blog.
semoga blog yg saya buat ini memberi inspirasi disamping memberi informasi yg bermanfaat bagi pengunjung.